ENGLISH     BAHASA INDONESIA
 
 
 
 
 

PELUANG INVESTASI

 

PROFIL DAERAH KOTA BANJARBARU

 

KOMODITI UNGGULAN DAERAH

 

LINK TERKAIT

 

KONTAK DI DAERAH

 
 


 
 
IN COLLABORATION WITH PROVINCES OF INDONESIA :

Sat, 25 Oct 2014


 

Festival Tanglong

2011-08-18

Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, siap menggelar Festival "Tanglong" atau Lampion dan "Bagarakan" atau Membangunkan Sahur pada 21 Agustus 2011. “Festival ini diikuti peserta se-Kalimantan Selatan dan tingkat Kota Banjarbaru”, menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Banjarbaru, Mahrina Noor.


Menurut dia, kegiatan tahunan itu akan digelar pada malam hari, yaitu pada hari Minggu (21/8), bertepatan dengan 21 Ramadhan 1432 Hijriah. "Kami siap melaksanakan dan sudah melakukan sosialisasi agar masyarakat luas mengetahui dan peserta bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut," ujarnya didampingi Ketua Panitia Adrianur Rifai. Ia mengatakan festival yang dipusatkan di Lapangan Murdjani, Banjarbaru (depan Balai Kota) itu, dibagi menjadi dua kategori, yakni Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur tingkat Provinsi Kalimantan Selatan dan tingkat Kota Banjarbaru.

"Festival tingkat Kalimantan Selatan, pesertanya berasal dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan, sedangkan tingkat kota bisa diikuti masyarakat umum, karang taruna, pemuda dan remaja masjid, forum RT hingga pelajar," ungkapnya.


Dikatakan Rifai, maksud dan tujuan festival ini yakni menggugah dan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam seni kaligrafi, arsitek dan bentuk atau figur tertentu yang bernuasa Islami.
Di sisi lain, kegiatan yang sudah memasuki sebelas kali pelaksanaan itu, diharapkan mampu memberikan hiburan bagi masyarakat Banjarbaru maupun Kalimantan Selatan sekaligus menyemarakkan bulan Ramadan.

Selain melihat peserta yang akan konvoi keliling kota, panitia bekerjasama dengan pihak ketiga menyiapkan pesta kembang api yang akan ditembakkan di pusat kegiatan, yait di Lapangan Murdjani. "Kami mengharapkan peserta tanglong mampu menampilkan kreativitas terbaik seperti miniatur masjid, Ka’bah, bulan sabit, unta, dan Kaligrafi, tetapi tidak diperbolehkan menampilkan figur rasul atau nabi," ujarnya.


Selain itu, peserta tanglong juga harus mengikuti aturan, yakni menggunakan mobil angkutan jenis pick-up dan tidak diperbolehkan memakai mobil jenis truck atau trailer dengan jumlah personil maksimal 10 orang. Syarat lain, besarnya tanglong disesuaikan ukuran mobil dengan bahan terbuat dari kertas, kain kasa atau sejenisnya yang tembus pandang dengan seluruh bagian tanglong harus terang cahaya dari dalam bukan dari luar.


Sedangkan untuk peserta bagarakan sahur, diharuskan memakai mobil pick-up dan menggunakan peralatan musik tradisional dan tidak diperbolehkan menggunakan alat-alat elektronik.
"Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan sound system atau pengeras suara dan diharapkan setiap peserta mengenakan kostum atau pakaian yang disesuaikan dengan suasana bulan Ramadhan," katanya.

Hadiah yang diperebutkan pada festival kali ini lebih besar dibanding tahun lalu dengan total Rp 115,6 juta, yang dibagi untuk festival tingkat Kalimantan Selatan sebesar Rp 61,5 juta dan tingkat kota Banjarbaru sebesar  Rp 54,1 juta.

 



ARSIP BERITA
 


 
 

PERIHAL | DAFTAR TANYA JAWAB | BUKU TAMU | KONTAK KAMI
© 2013 by Indonesian Investment Coordinating Board. All rights reserved